Korban Longsor Ponorogo Tuntut Transparansi Dana Bantuan

loading...
Ponorogo - Puluhan korban longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, menggelar unjuk rasa di kantor kepala desa, Rabu (13/9/2017). Mereka menuntut transparansi dana bantuan bagi korban longsor.




Warga berorasi sambil membentangkan spanduk bertuliskan, 'Korban Banaran Menjerit', 'Pemkab Lalai Kepada Korban Banaran' serta 'Usut Rekenibg Peduli Banaran'.

"Mana bantuan buat kami, segera salurkan," teriak salah satu warga.

Kateni (42), salah satu warga korban longsor Banaran dalam perbincangan dengan desa perangkat desa menanyakan soal data penerima bantuan dari PGRI agar sesuai sasaran dan transparan.

Korban Longsor Ponorogo Tuntut Transparansi Dana BantuanFoto: Adhar Muttaqin


"Warga mohon agar data penerima bantuan dari PGRI agar sesuai sasaran dan transparan," ungkap Kateni.

Sedangkan Sumadi (45) dalam pertemuan mempertanyakan pembagian bantuan PGRI yang tidak adil dan tidak tepat sasaran. "Kami mohon keterbukaan pihak terkait yang menangani bantuan korban longsor agar terbuka dan adil," tutur Sumadi.

Sementara, Kepala Desa Banaran Sarnu kepada warga menjelaskan bahwa desa tidak tahu tentang pembagian bantuan tahap 1. Sedangkan pembagian dana PGRI menjadi tanggung jawab PGRI. Soal bantuan data yang tidak tepat sasaran pihak perangkat desa tidak tahu.

"Sedangkan bantuan PGRI yang keluar dari wewenang Pemerintahan Desa Banaran sepenuhnya adalah wewenang dari PGRI," jelas Kades Sarnudalam pertemuan dengan warga.

Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo Sumani saat dihubungi detikcom menjelaskan bahwa total bantuan korban longsor Banaran mencapai Rp 6 miliar yang terbagi dalam 9 pos.

"Data keuangan hasil bantuan yang mengalir kepada korban longsor Banaran Ponorogo dengan total sekitar Rp 6 miliar. Dana tersebut terbagi dalam 9 pos bantuan di rekening," jelas Sumadi.

Korban Longsor Ponorogo Tuntut Transparansi Dana BantuanFoto: Adhar Muttaqin

Informasi yang didapat dari BPBD Ponorogo, 9 pos rekening bantuan tersebut yakni,

1. Dinas Sosial: Rp 1.099.551.662
2. PGRI: Rp 564.064.277
3. Bank Jatim: Rp 674.381.500
4. Bank Mandiri: Rp 95.478.090
5. Bank BRI: Rp 481.174.314
6. MDMC Muhamadiyah: Rp 667.254.880
7. Bank BNI: Rp 1.099.551.662
8. BPBD: Rp 274.587.000
9. Desa Banaran: Rp 2.467.214.510

Bencana tanah longsor menimpa Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, 1 April 2017 lalu. Peristiwa ini menewaskan 28 orang akibat tertimbun. 
(bdh/bdh)

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.